Tidak ada pasangan suami istri yang menginginkan keharmonisan rumah tangganya terganggu oleh masalah seksual.
Ketika suami kehilangan kemampuan, istri kehilangan hasrat, dan kehadiran buah hati tak kunjung datang.
Meski berbagai ikhtiar telah dilakukan, kegelisahan mulai merayap masuk ke dalam keharmonisan rumah tangga.
Sedikit demi sedikit, kebahagiaan berubah menjadi kecemasan. Kehangatan berganti dengan kekecewaan, dan kedekatan emosional menggangu mental.
Karena itulah, setiap tanda gangguan dalam kehidupan seksual seharusnya tidak dianggap remeh. Sebab jika dibiarkan berlarut-larut, masalah tersebut bukan hanya menyerang fisik.
Tetapi juga dapat menggerogoti ketenangan jiwa, merusak komunikasi pasangan, bahkan menjadi pemicu retaknya rumah tangga.
Secara umum, gangguan seksual sering dikaitkan dengan faktor medis dan psikologis. Pola makan yang buruk, kurang istirahat, stres berkepanjangan, gangguan hormonal, hingga berbagai penyakit tertentu.
Benar, hal itu bisa memengaruhi kualitas hubungan suami istri. Ketika daya tahan tubuh menurun, gairah dan kemampuan seksual pun ikut merosot.
Meski demikian, dari pengalaman kami Bengkel Manusia Indonesia, banyak kasus yang tidak dapat diungkapkan melalui pendekatan medis maupun psikologis.
Tidak sedikit pasangan datang dengan wajah penuh kebingungan. Mereka telah menjalani berbagai pemeriksaan medis.
Berkonsultasi dengan dokter spesialis, melakukan tes laboratorium, dan menjalani terapi tertentu. Namun hasilnya tetap sama, semuanya dinyatakan baik-baik saja dan normal.
“Dokter mengatakan kami sehat. Kami merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Seolah ada kekuatan yang menghalangi keharmonisan kami,” ungkap salah seorang pasien kepada Bengkel Manusia Indonesia beberapa waktu lalu.
Kisah dan cerita pasien-pasien seperti ini di Bengkel Manusia Indonesia bukan sekali atau dua kali disampaikan. Namun hampir berkali-kali dikeluhkan pasien-pasien.
Misteri Tanpa Jawaban
Dalam sebagian kasus, muncul gejala-gejala yang sulit diterangkan secara rasional. Suami yang sebelumnya normal tiba-tiba mengalami impotensi tanpa sebab yang jelas.
Istri yang dahulu penuh kasih berubah dingin dan menolak kedekatan dengan pasangannya.
Ada juga pasangan yang selalu bertengkar setiap kali hendak berhubungan badan, padahal sebelumnya tidak pernah mengalami masalah serupa.
Fenomena seperti ini sering dikaitkan masyarakat dengan gangguan gaib atau sihir pemisah rumah tangga. Pengaruh tersebut biasanya tidak terjadi secara tiba-tiba.
Ia bekerja perlahan, menggerogoti keharmonisan dari dalam. Sedikit demi sedikit rasa cinta memudar, ketertarikan berkurang, hubungan intim menjadi hambar.
Pada akhirnya pasangan hidup seperti dua orang asing yang tinggal di bawah satu atap. Akibatnya, suami istri menjadi mudah tersinggung, saling menyalahkan, dan hidup dalam tekanan yang tidak dipahami penyebabnya.
Kedahsyatan Ruqyah dan Bekam
Meneliti gangguan akibat sihir memang tidak semudah mendiagnosis penyakit medis. Ini hanya bisa dianalisa dengan ilmu syariat dan keimanan.
Gejalanya sering kali menyerupai stres, kelelahan, depresi, atau gangguan hormonal biasa. Namun sungguh berbeda pengalaman ruqyah dan bekam goresan 0,9 mm yang dilakukan Bengkel Manusia Indonesia selama hampir 26 tahun.
Bertahun-tahun, terdapat sejumlah pasien yang mengalami perubahan sangat signifikan setelah menjalani terapi yang sudah teruji sejak zaman nabi.
Dalam proses pengobatan, dilakukan ruqyah dengan membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dan bekam goresan 0,9 mm pada titik-titik tertentu yang dibutuhkan.
Sebagian pasien merasakan sensasi yang tidak biasa selama terapi berlangsung. Ada yang merasa beban berat terangkat, ada yang menangis tanpa sebab, ada pula yang merasakan sesuatu seolah keluar dari tubuhnya.
Setelah beberapa kali terapi, mereka mengaku merasakan perubahan yang sangat nyata. Tubuh menjadi lebih ringan, pikiran lebih jernih, hubungan suami istri kembali hangat, dan keharmonisan rumah tangga yang sempat hilang perlahan kembali hadir.
Bahkan dalam beberapa kasus, pasangan yang sebelumnya sangat jarang melakukan hubungan intim mulai kembali menikmati kedekatan yang wajar dan sehat.
Ada pula yang setelah bertahun-tahun menanti keturunan akhirnya memperoleh amanah buah hati atas izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Tentu saja kesembuhan hakikatnya bukan berasal dari bekam gores 0,9 mm, ruqyah, ataupun tabib. Semua terjadi hanya karena pertolongan, izin dan kehendak Allah.
Jin dalam Aliran Darah Manusia
Dalam sebuah hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنِ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ
“Sesungguhnya setan mengalir dalam diri anak Adam sebagaimana mengalirnya darah” (HR. Bukhari No. 7171 dan HR. Muslim No. 2175).
Hadis ini menunjukkan bahwa keberadaan jin dalam kehidupan manusia bukan sesuatu yang aneh dan asing dalam syariat Islam. Jin maupun setan bisa memengaruhi manusia dengan berbagai cara sesuai izin Allah.
Karena itu, seorang muslim tidak boleh menutup mata terhadap kemungkinan adanya gangguan gaib. Sekaligus tidak boleh mengabaikan pemeriksaan medis yang diperlukan.
Keduanya harus ditempatkan secara adil, proporsional dan bijaksana. Harus ada keseimbangan dan keselarasan dalam mengambil sikap dan pendapat.
Kenikmatan Semu Bantuan Jin
Bengkel Manusia Indonesia pernah menangani seorang pasien yang mengalami gangguan hubungan suami istri.
Dalam usahanya mencari solusi, ia mendatangi seorang ahli supranatural yang memberinya bacaan tertentu untuk diamalkan bersama istrinya.
Awalnya hasilnya terlihat mengagumkan. Hubungan suami istri yang sebelumnya bermasalah mendadak menjadi sangat aktif.
Namun seiring berjalannya waktu, gairah tersebut justru meningkat secara tidak wajar dan sulit dikendalikan.
Hingga suatu hari, seorang yang memiliki kemampuan melihat gangguan gaib datang berkunjung dan mengatakan bahwa pasangan tersebut sedang didampingi oleh dua jin yang memiliki kecenderungan seksual kuat.
Setelah ditelusuri, diduga jin tersebut terkait dengan amalan yang diberikan sebelumnya.
Pasien akhirnya menyadari bahwa kenikmatan yang dirasakannya bukanlah ketenangan yang berasal dari keberkahan Allah, melainkan dorongan yang bersumber dari bantuan makhluk gaib.
Setelah menjalani ruqyah dan bekam gores 0,9 mm, gangguan tersebut berangsur-angsur hilang. Mereka pun meninggalkan amalan yang tidak jelas sumber dan sanadnya.
Lalu mereka kembali mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah yang sesuai tuntunan syariat. Gangguan seksual yang disebabkan faktor medis harus diobati secara medis.
Gangguan yang bersumber dari kondisi psikologis perlu diselesaikan melalui pendekatan psikologis. Namun apabila terdapat indikasi gangguan gaib, maka ruqyah yang sesuai tuntunan Al-Qur’an dan sunah adalah solusi terbaik.
Yang terpenting, jangan pernah berputus asa. Sebab tidak ada penyakit yang Allah turunkan kecuali Allah juga menurunkan obatnya. Dan tidak ada kesulitan rumah tangga yang terlalu berat bagi Allah untuk diselesaikan.
Ketika manusia kembali mendekat kepada Rabb-nya, memperbaiki ibadahnya, memperbanyak doa, zikir, dan ikhtiar yang benar, maka pintu-pintu pertolongan Allah akan terbuka dari arah yang tidak pernah disangka-sangka.