Bekam Redakan Nyeri Kanker Payudara Ini Penjelasan Ilmiahnya dan Bagaimana Mekanismenya Kerja Bekam
Pendekatan nonobat atau nonfarmakologi terus mendapat perhatian dalam penanganan pasien kanker payudara, khususnya dalam mengurangi nyeri yang kerap dialami pada stadium lanjut.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Ilham Fajri bersama tim peneliti dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Pangandaran, Jawa Barat, Indonesia.
Mereka di antaranya Donny Nurhamsyah, Kunni Alifatal Mudrikah, Salsa Aisyah, dan Atiq Rizka Azjunia.
Penelitian menunjukkan bahwa terapi nonfarmakologi efektif dalam menurunkan tingkat nyeri pada pasien kanker payudara stadium 2 hingga 4.
Penelitian tersebut dipublikasikan dalam Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI) Volume 5 Nomor 2. Proses penerimaan pada Februari 2022 serta disetujui pada Maret 2022.
Nyeri jadi masalah utama pasien kanker. Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker paling umum pada perempuan. Penyakit ini tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga psikologis.
Dalam kajian tersebut disebutkan bahwa sekitar 50 hingga 70 persen pasien kanker mengalami nyeri.
Baik akibat tumor itu sendiri maupun efek samping pengobatan seperti operasi, kemoterapi, dan radioterapi.
Nyeri yang berlangsung terus-menerus dapat menurunkan kualitas hidup pasien secara signifikan.
Kondisi ini mendorong perlunya pendekatan tambahan di luar terapi medis utama. Di Indonesia, terapi nonobat terbukti sangat efektif.
Penelitian yang dilakukan tim Universitas Padjadjaran tersebut merupakan studi literature review terhadap 10 jurnal ilmiah yang terbit antara tahun 2016 hingga 2021.
Hasilnya menunjukkan bahwa berbagai terapi nonfarmakologi mampu menurunkan intensitas nyeri pasien kanker secara signifikan.
Beberapa metode yang terbukti efektif antara lain:
🔴 Aromaterapi
🔴 Latihan fisik
🔴 Kompres daun kubis
🔴 Terapi musik dan seni
🔴 Teknik distraksi seperti virtual reality
🔴 Teknik relaksasi (guided imagery & progressive muscle)
Dalam salah satu temuan, tingkat nyeri pasien dilaporkan menurun dari rata-rata 5,09 persen menjadi 3,09 persen setelah diberikan intervensi nonfarmakologi.
Bekam masuk terapi komplementer dan dinilai memiliki prinsip yang sejalan dengan pendekatan nonfarmakologi.
Bekam merupakan metode pengobatan alamiah yang bekerja dengan memberikan tekanan vakum pada permukaan kulit.
Dalam praktiknya, terapi ini dipercaya dapat membantu mengurangi nyeri. Secara ilmiah, mekanisme bekam dapat dijelaskan melalui beberapa pendekatan.
Pertama, bekam meningkatkan sirkulasi darah di area tertentu sehingga suplai oksigen dan nutrisi menjadi lebih baik.
Kedua, terapi ini merangsang pelepasan endorfin, yaitu zat alami tubuh yang berfungsi sebagai pereda nyeri.
Ketiga, bekam bekerja melalui mekanisme saraf yang dikenal sebagai teori “gate control”.
Di mana rangsangan pada kulit dapat menghambat transmisi sinyal nyeri yang terhubung ke otak.
Selain itu, bekam juga diduga mampu menurunkan peradangan dalam tubuh, yang merupakan salah satu faktor utama penyebab nyeri pada kanker.
Dalam penelitian tersebut, terapi bekam berfungsi sebagai pendamping. Berbeda dengan mekanisme kemoterapi, radioterapi, atau operasi.
Terapi nonfarmakologi lebih berperan dalam meningkatkan kenyamanan pasien, mengurangi nyeri, dan membantu memperbaiki kualitas hidup.
Para peneliti menyarankan agar terapi nonfarmakologi digunakan sebagai bagian dari pendekatan integratif dalam penanganan kanker.
Pasien kakner tetap bisa menjalani terapi medis, namun bisa menambahkan terapi bekam untuk membantu mengatasi gejala.
Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena tidak hanya menangani penyakit secara fisik, tetapi juga memperhatikan aspek psikologis dan emosional pasien.
Meski hasilnya menjanjikan, para peneliti menekankan perlunya penelitian lebih lanjut, khususnya terkait pengembangan kombinasi terapi nonfarmakologi yang lebih optimal.
Kesimpulannya, terapi nonfarmakologi terbukti mampu menurunkan nyeri pada pasien kanker payudara.
Bekam, sebagai salah satu terapi komplementer, memiliki potensi membantu melalui mekanisme biologis yang logis.
Meski demikian, terapi ini tetap harus digunakan secara bijaksana dan dilakukan oleh ahli bekam yang sudah berpengalaman puluhan tahun.
Unduh Jurnal: Terapi Non-Farmakologi dalam Mengurangi Tingkat Nyeri pada Pasien Kanker Payudara Stadium 2-4 Literature Review
Artikel lainnya: