Bekam Semakin Dilirik Studi Ilmiah Tunjukkan Dampaknya Terhadap Nyeri dan Stres

Bekam Semakin Dilirik, Studi Ilmiah Tunjukkan Dampaknya Terhadap Nyeri dan Stres

Yayasan An Nubuwwah Batam Indonesia Blog 21 April 2026

Bekam atau hijamah (bahasa Arab) kembali menjadi sorotan di tengah tren gaya hidup sehat masyarakat modern.

Metode pengobatan kuno ini kini tidak hanya dipandang sebagai praktik alternatif. Melainkan mulai dilirik sebagai terapi pendamping yang dinilai memberi manfaat nyata. 

Fenomena ini juga didukung hasil penelitian pakar dan analis kesehatan terbaru di Indonesia.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Ensiklopedia of Journal 1 Januari 2025 mengungkap bahwa terapi bekam memiliki pengaruh positif terhadap berbagai keluhan kesehatan. 

Studi tersebut dilakukan oleh Satrio Bhagas Yudhanto dkk di Yayasan Aljannah Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam kepada pasien.

Menurut Satrio Bhagas Yudhanto, selaku peneliti utama, sebagian besar pasien melaporkan adanya penurunan keluhan setelah menjalani terapi bekam secara rutin. 

Keluhan yang dimaksud meliputi nyeri otot, gangguan pencernaan, hingga stres. Temuan ini memperkuat posisi bekam sebagai terapi komplementer yang relevan saat ini.

Dalam praktiknya, bekam bekerja dengan membantu melancarkan sirkulasi darah dan merangsang proses penyembuhan alami tubuh. 

Hal ini sejalan dengan penelitian Hasan dan Taufik yang dipublikasikan pada 2019 yang menyebut bekam efektif dalam membantu meredakan nyeri.

Tak hanya dari sisi fisik, manfaat bekam juga dirasakan pada aspek psikologis. Beberapa pasien mengaku merasa lebih rileks dan tenang setelah terapi. 

Menurut Sugiyanto (2023), efek ini terjadi karena stimulasi sistem saraf parasimpatis yang berperan dalam menurunkan stres dan kecemasan.

Selain itu, kualitas tidur pasien juga dilaporkan meningkat signifikan. Pasien merasa lebih segar saat bangun dan lebih bertenaga menjalani aktivitas harian. 

Hal ini menunjukkan bahwa bekam tidak hanya mengatasi gejala tetapi juga berkontribusi pada kualitas hidup secara keseluruhan.

Menariknya, penelitian juga menemukan bahwa frekuensi terapi sangat memengaruhi hasil. Pasien yang rutin menjalani bekam cenderung mengalami perbaikan lebih optimal. 

Sementara mereka yang hanya sesekali terapi, hasilnya tidak terlalu signifikan dan tidak sesuai harapan. Temuan ini menegaskan pentingnya konsistensi dalam pengobatan bekam.

Dari sisi gangguan pencernaan, bekam juga menunjukkan potensi yang menjanjikan. Pasien dengan keluhan seperti kembung dan sembelit mengalami perbaikan. 

Rizki (2020) dalam jurnalnya menyebut bekam dapat membantu meningkatkan fungsi pencernaan. Hal ini membuka peluang terapi ini untuk masalah gastrointestinal ringan.

Namun demikian, pasien dengan kondisi kronis cenderung mengalami perbaikan yang lebih lambat. Ini menunjukkan bahwa efektivitas bekam dipengaruhi kondisi awal pasien.

Menurut Al-Bedah (2018), mekanisme kerja bekam memang kompleks dan bergantung pada respons biologis masing-masing individu. Karena itu, pendekatan integratif tetap menjadi pilihan yang lebih bijak.

Di Indonesia sendiri, popularitas bekam terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Faktor biaya yang relatif terjangkau dan minim efek samping menjadi daya tarik utama.

Dini (2020) menyebut bekam sebagai terapi pilihan yang mudah diakses masyarakat. Hal ini membuatnya semakin diminati berbagai kalangan.

Meski begitu, ada juga segelintir masyarakat yang meragukan efektivitasnya. Terutama mereka yang lebih percaya pada pengobatan medis konvensional. 

Namun, pengalaman langsung sering kali mengubah pandangan tersebut. Banyak pasien akhirnya menjadi lebih terbuka setelah merasakan manfaatnya.

Dari sisi keamanan, terapi bekam umumnya tergolong aman bila dilakukan oleh tenaga terlatih. Efek samping yang muncul biasanya ringan, seperti perih di area bekam. 

Namun, standar prosedur tetap harus diperhatikan untuk menghindari risiko. Pelatihan terapis menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas layanan.

Dalam era digital seperti sekarang, terapi bekam juga mulai beradaptasi. Pemanfaatan teknologi dinilai dapat membantu meningkatkan akses informasi. 

Widianto dan Yulianto (2021) menyebut platform digital efektif untuk edukasi masyarakat. Ini menjadi peluang besar dalam pengembangan terapi tradisional.

Yayasan An Nubuwwah Batam menjadi salah satu contoh lembaga yang aktif mengembangkan layanan bekam secara profesional. 

Menurut pengelola yayasan, terapi ini menjadi salah satu layanan paling diminati pasien. Bekam pun sebagai terapi pendamping yang melengkapi pengobatan utama.

Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa bekam memiliki potensi besar dalam membantu mengurangi berbagai keluhan kesehatan. Mulai dari nyeri otot, gangguan pencernaan, hingga masalah psikologis.

Meski demikian, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi individu. Ke depan, edukasi dan penelitian lanjutan menjadi kunci penting untuk memperkuat bekam bersanding dengan dunia kesehatan modern. 

Dengan pendekatan yang tepat, terapi ini dapat menjadi solusi holistic yang menjembatani pengobatan tradisional (batra) dan medis.

Sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan kesehatan yang aman dan terarah, Yayasan An Nubuwwah Batam Kepulauan Riau membuka akses terapi bekam bagi masyarakat yang ingin merasakan manfaatnya secara langsung. 

Didukung tenaga terlatih dan prosedur yang terstandar, layanan ini dirancang untuk membantu mengatasi keluhan sekaligus meningkatkan kebugaran tubuh. 

Bagi masyarakat yang selama ini ragu, pendekatan profesional yang diterapkan menjadi jembatan antara terapi tradisional dan kebutuhan kesehatan modern.

Terlebih, hasil penelitian yang ada semakin memperkuat bahwa bekam dapat menjadi terapi pendamping yang layak dipertimbangkan.

Dengan konsistensi dan pendampingan yang tepat, terapi ini berpotensi memberikan perubahan nyata bagi kualitas hidup.

Kini, pilihan kembali ada di tangan masyarakat untuk mulai mengenal dan merasakan sendiri manfaat terapi bekam secara aman dan terarah.

Daftar Pustaka:

1. Sugiyanto (2023)

Sugiyanto adalah penulis artikel ilmiah berjudul “Mekanisme Kerja Terapi Bekam dalam Menurunkan Stres dan Kecemasan”. Dipublikasikan di Jurnal Psikologi Kesehatan, Vol. 7 No. 2, tahun 2023. Fokusnya membahas bagaimana bekam memengaruhi sistem saraf dan stres.

2. Rizki (2020)

Rizki adalah penulis penelitian “Studi Penggunaan Terapi Bekam untuk Mengatasi Nyeri Otot dan Gangguan Pencernaan”. Dipublikasikan di Jurnal Terapi Alternatif, Vol. 12 No. 3, tahun 2020. Penelitiannya menyoroti manfaat bekam untuk keluhan fisik seperti otot dan pencernaan.

3. Al-Bedah (2018)

Al-Bedah adalah penulis utama (bersama beberapa peneliti lain) dari artikel internasional. “The medical perspective of cupping therapy: Effects and mechanisms of action”. Dipublikasikan di Journal of Traditional and Complementary Medicine, tahun 2018. Penelitian ini membahas mekanisme ilmiah bekam dari sisi medis modern.

4. Hasan & Taufik (2019)

Penulis artikel “Cupping Therapy and its Effect on Pain Relief: A Review of Literature”. Dipublikasikan di Journal of Complementary and Alternative Medicine, tahun 2019. Fokus pada tinjauan literatur tentang efektivitas bekam untuk nyeri.

5. Dini (2020)

Penulis artikel “Manfaat Terapi Bekam dalam Pengobatan Alternatif”. Dipublikasikan di Jurnal Kesehatan dan Terapi Alternatif, tahun 2020. Membahas bekam sebagai pengobatan alternatif yang terjangkau.

6. Kurniawan & Sari (2022)

Penulis artikel “Pengaruh Terapi Bekam pada Kesehatan Fisik dan Psikologis”. Dipublikasikan di Jurnal Ilmu Kesehatan, tahun 2022. Meneliti efek bekam dari sisi fisik dan mental pasien.

7. Widianto & Yulianto (2021)

Penulis artikel “The Effectiveness of Cupping Therapy in Reducing Stress and Anxiety”. Dipublikasikan di International Journal of Health and Wellness, tahun 2021. Menyoroti efektivitas bekam dalam menurunkan stres.

8. Mulyadi & Wira (2021)

Penulis buku “Terapi Bekam dalam Era Society 5.0: Teknologi dan Implementasi di Masyarakat”. Diterbitkan tahun 2021. Membahas bekam dalam konteks perkembangan teknologi dan masyarakat modern.

  • Blog
Next article: Bekam Cepat Turunkan Gula Darah, Ini Penjelasan Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang Next

Related Articles

Bekam Cepat Turunkan Gula Darah, Ini Penjelasan Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang

Yayasan An Nubuwwah Batam Indonesia 15 April 2026

Bekam Redakan Nyeri Kanker Payudara Ini Penjelasan Ilmiahnya dan Bagaimana Mekanismenya Kerja Bekam

Yayasan An Nubuwwah Batam Indonesia 04 April 2026

Bayar Upah Ruqyah dengan Beras, Gula, Kopi, Teh—Apa Hal Itu Pantas dan Sesuai Syariat Islam

Yayasan An Nubuwwah Batam Indonesia 26 March 2026

Copyright ©2026 Yayasan An Nubuwwah Batam


main version